Kuliner Bandung yang Bikin Kamu Harus Antri untuk Menikmatinya

Bandung memiliki udara yang dingin dan menyegarkan. Terutama jika kita berada di Bandung Utara, Lembang dan Dago Atas, atau di Bandung Selatan, Ciwidey. Lokasi tersebut memang berada diantara 1500 hingga 2000 mdpl, sehingga udara lebih dingin dan menusuk terutama di malam hari dan pagi hari.

Meskipun udara dingin, suasana malam di Kota Bandung tak pernah sepi. Denyut jantung Kota Bandung tetap berdetak hingga larut malam. Berikut ini ulasan berbagai kuliner yang bisa menemani kamu saat nongkrong di Bandung.

1. Bakso Cuanki Jalan Serayu

Bagi kalian pecinta bakso, rasanya kalian bakalan rugi kalau tidak mencoba bakso yang satu ini. Ya, bakso cuanki yang sebetulnya singkatan dari “cari uang jalan kaki” ini sudah berjualan permanen, sehingga tidak perlu jalan kaki lagi. 🙂

Umumnya bakso cuanki memang dijajakan dengan cara berjalan kaki. Biasanya abang baksonya memikul dagangan di pundaknya, kemudian mulai berjalan kaki setiap hari keliling kota Bandung. Namun berbeda dengan bakso Cuanki Serayu yang sudah mulai mangkal sejak tahun 1997 di Jalan Serayu Bandung. Sebab itulah dinamakan dengan bakso Cuanki Serayu karena berjualan di Jalan Serayu. Saat ini cabangnya pun tersebar di beberapa titik di Kota Bandung.

Dengan harga satu porsi antara Rp 10.000 hingga Rp. 15.000 dijamin kalian akan merasakan kesegaran kuah bakso Cuanki Serayu. Uniknya satu mangkuk bakso Cuanki tidak hanya berisi bakso saja, tetapi ada siomay, pangsit goreng dan batagornya. Itulah yang membedakan bakso Cuanki dengan bakso lainnya. Saran TBR, datang lebih awal ya untuk merasakan bakso cuanki dengan bahan ikan tenggiri premium ini. Dijamin tidak perlu antri atau sibuk cari tempat.

2. Roti Bakar Gang Kote Jalan Jendral Sudirman

Sejarah roti bakar Bandung jelas berasal dari kota Paris-nya Jawa, Bandung. Pedagang Roti Bakar yang tersebar di seluruh Indonesia rata-rata orang Sunda yang pernah menjejakkan kaki di Bandung.

Satu lagi kuliner yang bisa nemenin kamu nongkrong adalah Roti Bakar 234 yang berada di gang Kote Jalan Jendral Sudirman, Kota Bandung. Warga Bandung lebih familiar dengan brand roti bakar gang Kote. Pasalnya sudah banyak roti bakar lain yang juga menggunakan brand 234.

Roti Bakar Gang Kote baru buka sekitar pukul empat sore. Meskipun lokasinya berada di gang sempit, jangan pernah datang terlambat jika tidak mau antri telalu lama. Selain bisa memesan rasa cokelat, keju, stroberi, kacang dan mesis, kalian juga bisa memesan dengan rasa khusus campuran sesuai dengan yang kalian suka. Yang membuat warga Bandung suka dengan roti bakar gang Kote ini karena roti bakarnya tebal tetapi tetap lembut, ditambah cara memanggangnya seperti memanggang sate. Salah satu ciri khas roti bakar gang Kote yang mempertahankan cara membakar yang berbeda dari roti bakar lainnya.

3. Kupat Tahu Cicendo Jalan Cicendo

Kupat tahu yang paling terkenal enak di Bandung adalah kupat tahu yang berasal dari Singaparna, Tasikmalaya. Nah, di Bandung ada juga kupat tahu yang bakal bikin seru bareng temen nongkrong kamu. Lokasinya tidak terlalu jauh dari stasiun kereta api Bandung. Kalian hanya tinggal jalan sedikit ke arah utara, lokasinya bersebrangan dengan Rumah Sakit Mata Cicendo di Jalan Cicendo. Itulah alasannya mengapa dinamakan Kupat Tahu Cicendo.

Lokasinya sudah berdiri permanen selama puluhan tahun. Yang membedakan kupat tahu Cicendo adalah bumbu kacangnya. Paduan kupat tahu dilengkapi dengan potongan tahu kecil-kecil, dan yang khas dari kupat adalah tauge segar. Setelah lengkap semuanya barulah disiram dengan kuah kacang yang wiihhh rasanya. Supaya lebih berselera minimal memesan level pedas sedang, dan supaya tambah berkesan level pedasnya pun oke banget.

4. Bubur Ayam Pak Zaenal Jalan Dago

Bubur Ayam Bandung berbeda dengan bubur ayam khas Cirebon yang selalu banjir dengan kuah kaldu. Jadi jangan heran ya, bubur ayam Bandung memang biasanya tidak ditambah dengan kuah kaldu. Meskipun begitu rasanya tetap gurih dan nikmat. Salah satunya yang paling dikenal warga Bandung adalah bubur ayam Pak Zaenal di Jalan Dago, persis sebelum pasar Simpang Dago dari arah utara. Warungnya nyempil berjejer dengan barber shop dan toko pigura.

Bubur Ayam pak Zaenal ini terkenal masih tetap enak meskipun disantap saat buburnya sudah dingin. Namun, akan lebih nikmat jika disantap hangat-hangat bareng teman-teman nongkrong. Menurut salah satu karyawannya, rahasianya adalah bubur ini dalam proses memasaknya tak lepas dari proses stirring yang cukup panjang. Kalian bisa memesan satu porsi penuh atau porsi setengah jika merasa sudah kenyang dengan roti bakar dan cuanki.

5. Bandrek dan Bajigur Bandung

Minuman herbal ini cukup mudah ditemukan dijajakan oleh para pedagang keliling di kota Bandung dengan menggunakan gerobak. Biasanya selain tersedia bajigur dan bandrek juga panganan khas Jawa Barat lainnya yang sudah direbus misalnya seperti ubi, pisang dan kacang rebus.

Bandrek memiliki sensasi rasa yang lebih pedas namun hangat karena terdapat campuran jahe bakarnya. Ditambah lagi rempah cengkeh kering yang membuat badan selalu hangat. Terkadang bandrek disajikan dengan serutan kelapa dan kolang-kaling. Sedangkan bajigur memiliki rasa yang lebih lembut, sensasi rasa manis gula merahnya sangat terasa. Jahe bakar tetap terasa namun tidak terlalu mendominasi rasanya. Terkadang ditambahkan aroma kopi sehingga cocok sekali untuk menemani nongkrong kalian semalam suntuk bersama teman-teman di kota Bandung.

Sumber : http://blog.reservasi.com

Silahkan share ya jika informasi ini bermanfaat…